IKLAN

SELAMAT DATANG DI PORTAL BERITA WARTAKINI NEWS.COM - SIMAK DAN UPDATE SELALU BERITA BERITA TERBARU SETIAP SAAT

Senin, 10 November 2014

JANGAN PUTUS ASA MENDIDIK ANAK

Sesungguhnya Shalat itu Mencegah perbuatan Keji dan Munkar, demikian pesan Alloh SWT dalam Al-Qur'an. Ayat ini menjadi pondasi penting bagi setiap pendidik setidaknya bagi yang menginginkan perubahan untuk menjadi lebih baik bagi anak-didiknya 

Ragam metode untuk menjinakkan anak anak nakal, hyper aktif dan kendala lainnya disikapi berbeda oleh lembaga pendidikan, sementara di Pondok Pesantren Darul Falah penanganan yang humanis serta pendidikan melalui Shalat 5 waktu menjadi metode yang abadi dan selalu dikedepankan. 

Shalat 5 waktu menjadi penting karena didalamnya memiliki kandungan berharga, apalagi dengan i'tikaf dan kegiatan yang dilakukan di Masjid secara temporer oleh siswa diharapkan bisa memberikan solusi lebih cepat memperbaiki karakter dan akhlak santri 

seorang anak akan terkait dengan lingkungannya, kedua orang tua hingga masa kecil yang dilaluinya. tak semudah membalikkan telapak tangan, tapi dengan usaha yang tepat dan do'a semua yang di ihktiarkan akan membuahkan hasil@ridwanhartiwan

Jumat, 07 November 2014

Kamis, 06 November 2014

6 Ciri Karakter Anak Bermasalah

“Mungkinkah mengetahui dan memastikan apakah seorang anak itu bermasalah, dalam waktu 5-10 menit pertama saat kita bertemu dengannya?” Jawabannya adalah “mungkin” dan “pasti”. Itu pertanyaan yang sering saya ajukan kepada peserta seminar ataupun para orangtua yang sedang bersemangat belajar dan mencecar saya dengan berbagai pertanyaan seputar anaknya.
Rahasia tersebut akan saya bahas sekarang, rahasia yang sering saya gunakan untuk menganalisa seorang anak. Apakah dia bermasalah, bahkan setelah mempelajarinya dengan seksama kita mampu meramal masa depan seorang anak. Wow, tenang ini bukan obral janji, tapi ini pasti. Dari hasil menangani berbagai kasus keluarga dan individu maka terbentuklah suatu pola yang akurat ditiap individu. Kebanyakan klien saya jika memiliki masalah, kebanyakan masalah tersebut  dan sebagian besar masalah itu berasal dari 2 hal. Ini juga rahasia (Rahasia dari ruang terapi saya), tapi akan saya bongkar habis.
Baiklah 2 hal tersebut berasal dari :
  • Keluarga (keluarga yang membentuk masalah tersebut secara tidak sengaja).
  • Masalah tersebut berasal dari usia 7 tahun kebawah.

Keluarga, adalah faktor penting dalam pendidikan seorang anak. Karakter seorang anak berasal dari keluarga. Dimana sebagian sampai usia 18 tahun anak-anak diIndonesia menghabiskan waktunya 60-80 % bersama keluarga. Manusia berbeda dengan binatang (maaf..) seekor anak kucing yang baru lahir, bisa hidup jika dipisahkan dari induknya, dan banyak binatang yang lain yang memiliki kemampuan serupa. Manusia tidak bisa, sampai usia 18 tahun masih membutuhkan orangtua dan kehangatan dalam keluarga. Sukses seorang manusia tidak lepas dari “kehangatan dalam keluarga”. Akan sangat banyak hal yang akan dikupas dari tiap tahun kehidupan manusia dan kebutuhannya serta cara memenuhi kebutuhan tersebut, terutama aspek emosi. Saya tidak akan meneruskannya, kita akan bahas dikesempatan lainnya, kini kita kembali ke cara mengetahui ciri anak bermasalah.
Usia 7 tahun kebawah? Ada apa pada usia ini? Pada masa ini kebanyakan (85%) letak masalah atau asal muasal masalah / hambatan seorang manusia tercipta. Istilah kerennya Mental Block. Karakter yang menghabat pencapaian cita-cita pribadi kita. Dan biasanya akan terasa pada usia 22 tahun ke atas. Woo… segitunya? Ya Mental Block seperti program yang seakan-akan dipersiapkan (karena ketidak sengajaan dan ketidak tahuan orangtua kita) untuk menghambat berbagai macam aspek dalam kehidupan kita. Aspek itu bisa berupa Karier (takut kaya, takut jabatan tinggi) kesehatan (tubuh gemuk, alergi) Relationship (tidak gampang cocok dengan pasangan/teman, paranoid) dan lain hal, serta masih banyak lagi.
Ada apa dengan 7 tahun kebawah dan disekitar 7 tahun pertama kehidupan manusia? Baiklah saya jelaskan, pada masa ini kita membutuhkan, kebutuhan dasar Emosi yang harus terpenuhi ingat HARUS terpenuhi. Jika pada masa ini lewat dan tidak terpenuhi  maka, akan terjadi Mental Block pada diri anak tersebut. Inilah asal muasal dimana Mental Block terbentuk. Karena tidak terpenuhinya kebutuhan dasar Emosi yang dibutuhkan seorang manusia. Kebutuhan apa yang dibutuhkan pada anak seusia itu? Sehingga fatal akibatnya (pada masa dewasa anak tersebut) jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi

Ada 3 kebutuhan yang harus dipenuhi pada anak usia 0 – 7 tahun bahkan lebih, cara ini adalah kunci dalam pendidikan karakter, agar karakter anak kita bisa tumbuh dan berkembang maksimal. Disamping itu ketiga hal inilah asal muasal Mental Block yang sering kali terjadi atau terasa sangat menganggu pada saat anak tersebut dewasa. Yaitu :

1. Kebutuhan akan rasa aman
2. Kebutuhan untuk mengontrol
3. Kebutuhan untuk diterima
3 kebutuhan dasar emosi tersebut harus terpenuhi agar anak kita menjadi pribadi yang handal dan memiliki karakter yang kuat menghadapi hidup. Ini akan sangat panjang sekali jika dijelaskan, nah mengingat kita membahas ciri – ciri karakter anak bermasalah maka kita akan kembali ke topic tersebut.

Sebenarnya ada 6 ciri karakter anak yang bermasalah, cukup kita melihat dari perilakunya yang nampak maka, kita sudah dapat melakukan deteksi dini terhadap “musibah besar” dikehidupan yang akan datang (baca: semakin dewasa) dan secepatnnya dapat melakukan perbaikan.
Inilah ciri-ciri karakter tersebut :
1. Susah diatur dan diajak kerja sama
Hal yang paling Nampak adalah anak akan membangkang, akan semaunya sendiri, mulai mengatur tidak mau ini dan itu. pada fase ini anak sangat ingin memegang kontrol. Mulai ada “pemberontakan” dari dalam dirinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah memahaminya dan kita sebaiknya menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang.
Ingat akan kebutuhan dasar manusia? Tiga hal diatas yang telah saya sebutkan, nah kebutuhan itu sedang dialami anak. Kita hanya bisa mengarahkan dan mengawasi dengan seksama.
2. Kurang terbuka pada pada Orang Tua
Saat orang tua bertanya “Gimana sekolahnya?” anak menjawab “biasa saja”, menjawab dengan malas, namun anehnya pada temannya dia begitu terbuka. Aneh bukan? Ini adalah ciri ke 2, nah pada saat ini dapat dikatakan figure orangtua tergantikan dengan pihak lain (teman ataupun ketua gang, pacar, dll). Saat ini terjadi kita sebagai orangtua hendaknya mawas diri dan mulai menganti pendekatan kita.
3. Menanggapi negatif
Saat anak mulai sering berkomentar “Biarin aja dia memang jelek kok”, tanda harga diri anak yang terluka. Harga diri yang rendah, salah satu cara untuk naik ke tempat yang lebih tinggi adalah mencari pijakan, sama saat harga diri kita rendah maka cara paling mudah untuk menaikkan harga diri kita adalah dengan mencela orang lain. Dan anak pun sudah terlatih melakukan itu, berhati-hatilah terhadap hal ini. Harga diri adalah kunci sukses di masa depan anak.
4. Menarik diri
Saat anak terbiasa dan sering Menyendiri, asyik dengan duniannya sendiri, dia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya (menarik diri). Pada kondisi ini kita sebagai orangtua sebaiknya segera melakukan upaya pendekatan yang berbeda. Setiap manusia ingin dimengerti, bagaimana cara mengerti kondisi seorang anak? Kembali ke 3 hal yang telah saya jelaskan. Pada kondisi ini biasanya anak merasa ingin diterima apa adanya, dimengerti – semengertinya dan sedalam-dalamnya.
5. Menolak kenyataan
Pernah mendengar quote seperti “Aku ini bukan orang pintar, aku ini bodoh”, “Aku ngga bisa, aku ini tolol”. Ini hampir sama dengan nomor 4, yaitu kasus harga diri. Dan biasanya kasus ini (menolak kenyataan) berasal dari proses disiplin yang salah. Contoh: “masak gitu aja nga bisa sih, kan mama da kasih contoh berulang-ulang”.
6. Menjadi pelawak
Suatu kejadian disekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak tersebut merasa senang. Jika ini sesekali mungkin tidak masalah, tetapi jika berulang-ulang dia tidak mau kembali ke tempat duduk dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orang tua harap waspada. Karena anak tersebut tidak mendapatkan rasa diterima dirumah, kemanakah orangtua?

@sumber >http://www.pendidikankarakter.com

Kamis, 23 Oktober 2014

PESANTREN MEMBANGUN RUANG PERPUSTAKAAN



Foto Pembangunan Pesantren
SUBANG-Pondok Pesantren Darul Falah saat ini tengah membangun fasilitas perpustakaan dan Ruang Kelas baru yang akan mulai dipergunakan m
ulai Semester Genap tahun Pelajaran 2014/2015 atau pada Bulan Januari 2014

Selanjutnya pada tahun 2015 Pondok Pesantren Darul Falah akan membangun fasilitas asrama dan melakukan perbaikan kompleks santri, fasilitas MCK dan tempat makan santri untuk kenyamanan di tahun pelajaran 2014/2015
Semoga dapat terlaksana dengan cepat dan efektif @tim

Selasa, 12 Agustus 2014

PONDOK PESANTREN DARUL FALAH SEDERHANA & NYAMAN

Rapat Dewan Guru
Subang- Fasilitas di Pondok Pesantren Darul Falah saat ini belum begiru baik, namun untuk tahun ini akan dibangun sarana tambahan seperti asrama santri dan ruang kelas serta gedung perpustakaan 

Pemimpin Pondok Pesantren Darul Falah menjelaskan targetnya tahun ini bisa memenuhi kebutuhan 100 warga pesantren yang tinggal saat ini. 

"Targetnya untuk 100 orang yang tinggal dipesantren saat ini disini, kamar, toilet dan sarana lainnya, kalau saat ini belum maksimal tapi cukup jika dirasiokan antara jumlah penduduk pesantren dan fasilitas yang ada, cuma ya namanya hidup di pesantren kan gak seperti hidup di hotel", ungkap Ridwan Hartiwan
Masjid Pesantren

Saat ini Pondok Pesantren Darul Falah memiliki Masjid berkapasitas 300 orang dengan sarana air wudhu kemudian asrama santri dan ruang kelas untuk kegiatan belajar

Sarana lain seperti Kantor, Dapur santri serta koperasi Pondok Pesantren juga ada di gunakan sesuai kebutuhan lembaga. Dengan Target tahun 2014 ini bisa memisahkan antara ruang kelas dan asrama santri lebih representatif lagi untuk tercapainya hasil pendidikan yang optimal 
Kantor Pesantren

Program Belajar di Pondok Pesantren Darul Falah seperti di sekolah atau pesantren lain pada umumnya, yang membedakan hanya pola dan perlakuan guru dan pengurus kepada santri yang membina dan mengasuh secara dekat seperti keluarga mereka di rumah tanpa kekerasan, kesadaran masing masing individu lebih di utamakan oleh para pengurus pesantren untuk mendapatkan perubahan karakter santri secara lebih baik
Ruang Kelas Belajar
Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah dilakukan sejak pagi hari pukul 07.30-12.00, setelah itu para santri beristirahat hingga pukul 14.00 dan melanjutkan kegiatan belajar tambahan (dars-idhof) hingga pukul 15.00 WIB. setelah itu mereka berolahraga dan melakukan kegiatan malam berupa dzikir, belajar dan beristirahat @ darulfalahnews.com